Monday, March 16, 2009

PROTAP

Pengusutan tragedi 3 Februari harus dilakukan uji kelayakan Protap
Monday, 02 March 2009 00:00 WIB
FEIRIZAL PURBA
WASPADA ONLINE

TIM ADVOKASI Keluarga almarhum Ketua DPRD SU Drs. H. Abdul Aziz Angkat yang terdiri dari 101 advokat/pengacara Kota Medan maupun Jakarta mengajukan usul dan saran kepada pemerintah sekaitan penyelidikan, penyidikan dan pengusutan Tragedi 3 Februari 2009 di gedung DPRD SU agar dilakukan uji kelayakan Provinsi Tapanuli (Protap) karena dalam peristiwa itu tidak bisa terpisahkan apalagi dipisahkan.

"Kita salut terhadap kerja kepolisian dalam upaya mengungkap, menyelidiki dan menyidik peristiwa tersebut dan adanya pengenaan Pasal 340 KUH Pidana kepada delapan tersangka, yakni pembunuhan berencana. Cuma saja, jika tidak segera dilakukan uji kelayakan Protap itu sendiri maka bukan mustahil kasus yang merupakan bencana nasional tersebut tidak lebih dari insiden biasa saja."

Itu, terungkap dalam perbincangan dengan Ketua Tim Advokasi Pembela Almarhum Abdul Aziz Angkat, Afrizon Alwi, SH, M.Hum di Medan, Sabtu (28/2). Sebab, menurut dia dan timnya jika uji kelayakan tersebut tidak segera dilakukan, maka peristiwa maut di gedung dewan tersebut akan hanya dianggap sebagai insiden biasa.

"Kita salut terhadap kerja kepolisian dalam upaya mengungkap, menyelidiki dan menyidik peristiwa tersebut dan adanya pengenaan Pasal 340 KUH Pidana kepada delapan tersangka, yakni pembunuhan berencana. Cuma saja, jika tidak segera dilakukan uji kelayakan Protap itu sendiri maka bukan mustahil kasus yang merupakan bencana nasional tersebut tidak lebih dari insiden biasa saja," paparnya.

Sedangkan upaya-upaya tim advokasi menurut dia, tetap berupaya mendudukkan persoalan tentang kualifikasi Protap terhadap insiden bersifat anarkis itu, yakni apakah merupakan tindak pidana biasa atau tindak pidana khusus, dalam hal ini terorisme. Makanya, uji kelayakan tersebut sangat penting artinya.

"Setelah pengujian kelayakan itulah baru dapat dilihat apakah tindakan itu masuk ruang lingkup tindak pidana biasa atau tindak pidana khusus pemberantasan terorisme," papar Afrizon.

Justru itu dia dan tim 101 menginginkan dilaksanakannya penelitian visi dan misi perjalanan Protap tersebut, apakah sudah sesuai atau belum permasalahannya dengan kenyataan yang terjadi. Dicontohkannya, pada masa HT Rizal Nurdin (almarhum) sebagai Gubsu telah melakukan uji kelayakan bekerjasama dengan pakar-pakar dari USU, dan hasilnya Protap tidak layak.

Kenapa demikian pentingnya uji kelayakan sebagaimana dimaksud Afrizon, selain untuk lebih menegaskan bentuk tindak pidana yang terjadi dalam Tragedi 3 Februari 2009 itu, juga bisa diketahui atau terungkap apakah dalam konteks periode ini Gubsu tanpa uji materi lalu muncul rekomendasi yang dikarenakan adanya tekanan atau teror, atau memang tidak mengerti dan 'miss communication'.

Perihal dukungan atas pernyataan kepolisian delapan tersangka dijerat pasal 340 (pembunuhan berencana), maka sebagai tim advokasi keluarga korban dengan tegas menyatakan sangat mendukungnya, dan memang itu tidak bisa dielakkan apalagi perbuatan itu telah dilakukan secara koorporasi. Tim juga menginginkan pengusutan tersebut secara tuntas baik terhadap pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung guna kepentingan dan mengedepankan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masalah uji kelayakan itu, ternyata berulangkali terlontar dari Afrizon yang ketua tim sekaligus juru bicara 101 advokat, dengan mengaitkannya bahwa sampai hari ini penyidik masih melihat dari kacamata apa yang terjadi dipermukaan saja sehingga tidak menyentuh akar masalah; Konon pula sering muncul ungkapan dari berbagai kalangan maupun masyarakat tentang kemungkinan besar adanya orang-orang yang tidak terlibat langsung maupun langsung yang belum diusut, termasuk aktor-aktor yang tidak terlibat akan tetapi mendisain aksinya.

"Dalam kasus ini memang harus ditembus hingga ke akar persoalan," tegasnya.

Masih dalam perbincangan menjelang sore itu, Afrizon yang bergaya santai namun bersemangat membicarakan hukum serangkaian tragedi nasional itu, masih terus memaparkan sisi-sisi pengungkapannya.

Dia berpendapat, bukan mustahil nanti pada akhir proses penyidikan tidak akan mampu dibuktikan adanya pembunuhan berencana.

Kembali ke soal uji kelayakan Protap yang disebutkan Afrizon berkaitan erat dengan tragedi di gedung dewan itu, dimungkinkan uji tersebut dalam waktu dekat tentang pendirian Protap, motivasinya dan latar belakangnya, apakah sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Caranya, akan mengundang para pakar yang netral dan ini segera disampaikan kepada pemerintah. Juga menguji kembali sesuai mekanisme PP 78/1997 tentang pemekaran daerah.

"Ini kita usulkan sekaligus meminta pemerintah segera melaksanakannya,'' ujarnya.

Kesemua itu, lanjutnya lagi, agar menjadi pengalaman serta pembelajaran dalam konteks pemekaran daerah ke depan, serta agar proses pemekaran daerah mesti sesuai dengan mekanisme, undang-undang, peraturan, persyaratan maupun aspirasi yang tepat sesuai dengan kepentingan NKRI.

Bagi Tim Advokasi 101 sendiri sebagaimana diuraikan Afrizon, agar pelaku langsung maupun tidak langsung tersebut, juga dikategorikan merongrong lembaga negara dan menciptakan ketakutan masyarakat.

Sedangkan sekiranya pemerintah tidak atau kurang bersedia melakukan uji kelayakan seperti dipaparkan praktisi hukum itu, maka tim juga juga telah merencanakan akan mengundang pakar-pakar internasional dan dewan parlementer internasional guna melakukan pengujian.

Credit foto:
Afrizon Alwi, SH, M.Hum.(Waspada/Feirizal Purba)
(ags)





Komentar (1)
1. 15-03-2009 21:18
Protap Okey
Pasal 340 KUH Pidana pembunuhan berencana. Adalah tidak tepat di tujukan kepada para Pahlawan Protap yang sudah mendekam. Jangan karena tekanan akhirnya di cari-cari pasal yang paling memberatkan.
Report
soerminAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Friday, March 13, 2009

Indonesia Terpopuler Kedua di Asia

Tempat Tujuan Wisata
Indonesia Terpopuler Kedua di Asia

London, 13 Maret 2009 08:24
Indonesia terpilih sebagai negara tujuan wisata terbaik dan terpopuler kedua di Asia, versi Go Asia, lembaga swasta Jerman di bidang pariwisata, di Berlin, Rabu.

"Dalam penganugerahan tersebut, Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai negara tujuan wisata Asia terbaik dan terpopuler kedua setelah Thailand, sedangkan urutan ketiga diduduki Malaysia," ujar Agus Priono, Sekretaris I Pensosbud dan Promosi PPI KBRI Berlin kepada koresponden Antara London, Kamis (12/3).

Dikatakannya, selain kategori Negara tujuan wisata terbaik, Go Asia juga menganugerahkan penghargaan untuk hotel Asia terbaik, paket wisata Asia paling Inovatif, maskapai penerbangan Asia terbaik, kantor perwakilan pariwisata Asia terbaik, dan tur operator Jerman untuk tujuan Asia terbaik.

Menurut Agus, penentuan pemenang setiap kategori merupakan hasil online voting di website www.goasia.de, dan open voting di majalah pariwisata B2B dan B2C milik Go Asia.

Penganugerahan bagi Indonesia sebagai negara tujuan wisata terpopuler kedua di Asia tersebut cukup membanggakan, ujarnya.

Kenaikan kunjungan wisman Jerman ke Indonesia tahun lalu sebesar 22,6 persen dibandingkan tahun 2007, diikuti penilaian bahwa Indonesia memang merupakan salah satu negara tujuan wisata terbaik di Asia.

Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar menyatakan penghargaan tersebut patut disyukuri mengingat meskipun dalam kondisi krisis sekarang ini, sektor pariwisata Indonesia terbukti mampu menyumbangkan devisa sebesar 7,5 miliar dolar AS.

Dirjen Pemasaran juga mengemukakan bahwa kita harus tetap berusaha keras untuk menjadikan krisis keuangan sekarang ini menjadi suatu peluang untuk bangkit bagi pembangunan bangsa, terutama dalam bidang pariwisata.

Capaian di atas akan semakin lengkap mengingat pada hari Kamis 12 Maret, salah satu destinasi wisata di Indonesia yaitu Bali juga menerima penghargaan dari Majalah Senses sebagai Destinasi Wisata Spa Terbaik di dunia tahun 2009. [TMA, Ant]

Source: gatra.com

Saturday, November 1, 2008

Gereja Australia tolak eksekusi Amrozi

Gereja Australia tolak eksekusi Amrozi
Saturday, 01 November 2008 06:00 WIB
Pengamanan 3 Kedubes di Jakarta diperketat

WASPADA ONLINE

BRISBANE - Meski banyak korban bom Bali I berasal dari Australia, ternyata tidak semua setuju dan mendukung rencana eksekusi terhadap tiga terpidana mati Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra.

Kelompok gereja di Sydney termasuk di antara pihak-pihak yang tidak mendukung eksekusi terhadap Amrozi cs yang dijanjikan pemerintah Indonesia akan berlangsung awal November 2008.

"Bagi mereka ini, hukuman mati melanggar hak azasi manusia (HAM). Kelompok agamawan ini menyampaikan aspirasinya lewat surat ke Konsulat Jenderal RI di Sydney," kata Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Sydney, Pratito Soeharyo, Jumat (31/10) sore sehubungan dengan reaksi publik Australia terhadap rencana eksekusi Amrozi cs.

Bagi kelompok agamawan ini, hukuman mati tidak hanya melanggar hak azasi manusia tetapi juga tidak sesuai dengan tuntunan agama, kata Pratito tanpa merinci nama-nama pengirim surat ke KJRI Sydney berisi penolakan mereka pada hukuman mati bagi ketiga pelaku Bom Bali, 12 Oktober 2002 itu.

Penolakan semacam ini juga pernah disuarakan Amnesti International Australia pada September 2007. Saat itu, Amnesti Internasional Australia bahkan mengimbau Pemerintah RI untuk menghentikan persiapan eksekusi terhadap Amrozi cs dan mengganti hukuman mereka dengan "hukuman seumur hidup".

Organisasi ini mengimbau siapa pun yang tidak setuju dengan hukuman mati supaya mengirimkan surat keprihatinan kepada Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu TM Hamzah Thayeb dengan alamat KBRI, 8 Darwin Avenue, Yarralumla ACT 2600, Fax: (02) 6273 6017.

Amnesti Internasional Australia lebih lanjut mengimbau Pemerintah RI agar menandatangani dan meratifikasi Protokol Opsi kedua untuk Konvensi Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) serta berkomitmen menghapus hukuman mati.

Pemerintah RI juga didesak untuk membeberkan informasi tentang jumlah tahanan yang berstatus hukuman mati, tanggal eksekusi, status permohonan peninjauan kembali (PK) dan informasi tentang prosedur pemberitahuan kepada para tahanan dan anggota keluarga mereka.

3 Kedubes di Jakarta diperketat
Sementara itu di Jakarta, tiga kantor Kedutaan Besar asing mendapat prioritas pengamanan ekstra ketat oleh Polda Metro Jakarta, menjelang, pada saat, dan setelah pelaksanaan eksekusi mati terpidana Bom Bali I.

"Sebenarnya semua tempat kita jaga. Namun ketiga kantor (Kedutaan Besar) ini yang pengamanannya diperketat," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Humas Polda Metro Jaya, AKBP Mahbub di Jakarta, tadi malam.

Ketiga Kedubes asing tersebut mencakup Kedubes Inggris, Australia dan Amerika Serikat. Mahbub tidak merinci lebih jauh jumlah personil yang akan diterjunkan mengamankan ketiga perwakilan asing tersebut.

Di depan Kedubes Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, misalnya, petugas terlihat bersiaga sambil menenteng senjata laras panjang. Portal pembatas pengamanan juga tampak diperlebar, tidak seperti hari-hari biasa.

Pemandangan serupa, seperti sejumlah petugas kepolisian yang lebih banyak dari biasanya juga tampak di depan Kedubes Australia di Jalan HR Rasuna Said, Kav C15-16 Jakarta Pusat, dan kedubes Inggris di Jalan MH Thamrin 75.

Menurut Mahbub, penjagaan juga diberlakukan atas obyek-obyek vital di Jakarta, seperti di Depo minyak Plumpang, termasuk di pemukiman penduduk dan tempat-tempat kontrakan. "Ini 'kan antisipasi, kewaspadaan jadi semua akan mendapatkan itu. Pengamanan di semua wilayah," ujarnya.

Mahbub juga mengatakan, sebenarnya pengamanan telah dilakukan sejak lama, setelah Lebaran, bahkan sebelumnya. Ini terbukti dengan tertangkapnya sejumlah tersangka teroris seperti yang terjadi di Kelapa Gading, beberapa waktu lalu. "Itu bukan sebuah kebetulan," jelasnya.

Amrozi dan rekan-rekannya saat ini ditahan di Lapas Batu, Nusakambangan. Pada Jumat, 24 Oktober 2008, kejaksaan Agung mengumumkan eksekusi Amrozi dan rekannya akan dilakukan awal November 2008.
(j01/ann/inilah)





Komentar (2)
1. 01-11-2008 07:32
memaafkan orang yang menjalimim adalah K
Semua orang tau, bahwa kalau membunuh itu perbuatan yang biadap,tak manusiawi dan orang yang terbunuh pasti akan mendapatkan kemuliaan di sisi Tuhan yang Maha Esa. Manusia pemaaf juga akan mendapakan kemulian yang lebih dariNya kelak, Dengan memaafkan para pelaku bom Balidengan membatalkan exsekusi mati diganti dengan hukuman seumur hidup, agar mereka menyadari kesalahan dan untuk menyadari para teroris-teroris yang masih bergerilia.
Report
safaruddinAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya 2. 01-11-2008 14:24
Salah Paham
Amrozi-Mukhlas-Imam Samudra. kalo mmang bertiga ini benar pelaku bom bali,aku pingen ketemu tiga2nya,

biar kucuci dulu otak mereka bertiga dan kumasukkan paham yg benar tt islam,

ngebom hotel bali itu dosa besar dlm islam.

tapi aku heran kok bisa pula org kampung punya bom sedahsat itu,

asal bomnya dari mana dulu,itu yg hrs kita cari,induknya itu lo,

amrozi,samudra org kampung itu tak mampu dia itu bikin bom sedahsat itu.

atau aku hrs jadi polisi dulu biar tuntas????
Report
AaGym Simbolon


Source: waspada.co.id

Sunday, October 26, 2008

Operasi Tulang

Operasi Tulang
Metode Baru Meluruskan Tulang

Keceriaan terpancar di wajah Stephanie Ganie. Gadis 17 tahun ini sekarang berani mengenakan sepatu hak tinggi. Padahal, tujuh tahun silam, putri kedua Nyonya Lestari Purnama itu sulit berjalan normal lantaran kakinya berbentuk O. Bila sekarang bentuk kaki Stephanie normal, itu karena dia menjalani operasi bedah tulang metode fitbone.

Kelainan bentuk kaki Stephanie itu merupakan bawaan sejak lahir. Jarak antara kedua lututnya lebih dari 12 cm. Padahal, normalnya di bawah 6 cm. ''Anak saya yang satu ini terbilang sulit berjalan,'' kata Nyonya Lestari Purnama, yang dihubungi Gatra via telepon, Kamis pekan lalu. Ia baru mengetahui kelainan bentuk kaki Stephanie setelah putrinya itu berumur satu tahun.

Untuk menormalkan bentuk kaki putrinya, Nyonya Lestari Purnama, yang tinggal di Jalan Danau Singkarak, Medan, berkonsultasi pada sejumlah dokter di kotanya. Beberapa dokter mengatakan, putrinya kekurangan asupan vitamin D. Stephanie pun diberi asupan vitamin D dan melakukan kontrol ke dokter tiga bulan sekali. Namun bentuk kaki Stephanie tak juga membaik.

Tak puas dengan dokter di Medan, Nyonya Lestari Purnama pergi ke Singapura untuk berkonsultasi pada sejumlah dokter yang berpraktek di rumah sakit terkenal. Diagnosisnya sama, Stephanie kekurangan vitamin D. ''Saya hampir putus asa,'' ujar Nyonya Lestari.

Setelah Stephanie berumur delapan tahun, Nyonya Lestari berkonsultasi pada ahli bedah tulang (ortopedi), Dokter Sarbijt Singh, yang berpraktek di sebuah rumah sakit di Singapura. Dokter Singh minta Stephanie menjalani pemindaian tulang dengan rontgen. ''Kata Singh, 80% kaki Stephanie bisa dinormalkan dengan operasi,'' kata Nyonya Lestari.

Selanjutnya, tulang kaki Stephanie dioperasi oleh Dokter Singh dengan metode fitbone. Operasi tahap pertama dilakukan ketika Stephanie berusia 11 tahun. Operasi ini dilakukan dengan cara memotong bagian atas tulang paha hingga bagian bawah. Pembedahan itu mengharuskan Stephanie mondok di rumah sakit. ''Selama tiga bulan, Stephanie berjalan dengan bantuan kursi roda dan tongkat,'' tutur Nyonya Lestari.

Kemudian Stephanie menjalani operasi tahap kedua pada tulang betisnya. Tulang betis Stephanie dipotong. Untuk memotong tulang betis itu, kata Nyonya Lestari, Dokter Singh menggunakan metode ilizarov. Pemulihan pasca-operasi berlangsung tujuh bulan. Dalam kurun waktu tersebut, Stephanie juga dibantu dengan kursi roda dan tongkat.

Pembedahan ketiga dijalani Stephanie pada Juni 2008 di rumah sakit lain di Singapura. Kali ini, Dokter Singh melihat semua tulang baru sudah menyatu dan mengeras. ''Pen-pen yang masih menempel dicabut semua,'' ujar Nyonya Lestari. Untuk semua operasi tulang kaki putrinya itu, Nyonya Lestari mengeluarkan dana S$ 50.000.

Dua pekan silam, Dokter Sarbijt Singh mempresentasikan metode bedah tulang fitbone itu kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Gran Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ''Fitbone merupakan implan ortopedi pertama dan satu-satunya di dunia yang dikendalikan dengan komputer," kata Dokter Singh. Ia menyatakan, beberapa rumah sakit di sejumlah negara sudah menerapkan teknik itu.

Metode fitbone dilakukan pertama kali di Singapura pada 2001. Metode ini diterapkan dengan terlebih dahulu melakukan foto rontgen pada pasien. Ini untuk melihat bentuk tulang yang akan diterapi dan ukuran rongga yang memungkinkan dimasukkannya alat fitbone. Dari gambaran tadi bisa direka-reka panjang gagang baja yang akan dimasukkan ke tubuh pasien di samping tulang.

Lalu dokter membuat sayatan di lengan atau tulang paha. Sayatan itu digunakan untuk memotong tulang. Kemudian alat berupa gagang dimasukkan. Selanjutnya dokter menancapkan pen untuk menyangga alat itu di bagian atas dan bawah tulang.

Di bagian ujung atas gagang tadi terpasang kabel dan pemancar yang ditaruh di bawah kulit. Lalu ada kabel lagi yang menghubungkannya dengan sensor. Lewat sensor inilah, pasien mengetahui pertumbuhan tulang barunya. Sedangkan gagang itu bekerja mendorong tulang untuk segera menyatu. Bila tulang sudah menyatu, alarm akan berbunyi.

Menurut Singh, metode fitbone sangat berguna untuk kelainan tulang bawaan atau kerusakan tulang akibat kecelakaan. Kelainan bawaan, misalnya, penyakit kaki berbentuk O dan X atau lantaran terinfeksi polio. ''Bisa pula untuk meninggikan kaki. Tapi itu urusan bedah kosmetik,'' ujar Dokter Singh. Tinggi kaki maksimal yang bisa dibantu dengan alat itu adalah 7 cm.

Pada masa pertumbuhan, bayi berjalan dengan kaki berbentuk O atau X. Ini terjadi karena jenis tulang bayi masih rawan dan berlangsung pada usia 0-2 tahun. Lalu, pada umur 2-8 tahun, kaki anak akan berubah menjadi berbentuk X. Setelah itu, kaki akan lurus dan normal. Namun, kalau jarak kedua lutut anak lebih dari 6 cm, orangtua patut cemas. Sebab hal itu bisa menyebabkan kaki berbentuk O yang sulit diperbaiki.

Singh menyatakan, setelah dibedah, tulang pasien akan kembali normal. Meski demikian, tak semua orang bisa menjalani metode fitbone. Hanya remaja berusia 16 tahun ke atas yang kakinya boleh dibedah menggunakan metode ini. Sebab, pada usia tersebut, lempeng pertumbuhan tulang sudah terbentuk. Penderita osteoporosis juga tak bisa dioperasi dengan metode fitbone.

Ahli bedah tulang pada Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Dokter Nicolas C. Budhidharma, menyebut fitbone sebagai metode bedah terbaru. Selama ini, operasi yang dilakukan di Indonesia masih menggunakan metode ilizarov. Metode itu digunakan untuk mengoreksi bentuk kaki yang tidak simetris atau dikenal dengan istilah osteogenesis distraksi.

Caranya, dengan melakukan pembukaan tulang dari luar ke dalam. ''Kelemahannya, pasien merasa tidak nyaman,'' kata Dokter Nicolas. Luka sayatan pun menjadi lebih besar. ''Proses penyembuhannya menjadi lebih lama,'' ia menambahkan. Bila tak hati-hati, bisa timbul infeksi.

Aries Kelana dan Rach Alida Bahaweres
[Kesehatan, Gatra Nomor 46 Beredar Kamis, 25 September 2008]

Source: gatra.com

Thursday, October 23, 2008

Honor Kades di Sumut minimal Rp1 juta

Honor Kades di Sumut minimal Rp1 juta
Thursday, 23 October 2008 20:23 WIB
WASPADA ONLINE

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin, mengatakan, mulai tahun depan honor para kepala desa (kades) di daerah itu dipastikan akan berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.

"Kalau kita tidak sanggup Rp1,5 juta, minimal honor kades Rp1 juta per bulan," katanya ketika bertemu pada kades dan kepala lingkungan se Kabupaten Asahan di Desa Bangun Sari, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (22/10), sebagaimana disampaikan Humas Pimpinan Pemprov Sumut, di Medan, Kamis.

Sekaitan itu, gubernur meminta Bupati Asahan agar mengalokasikan dana lebih besar lagi untuk membayar honor para kades, karena mereka merupakan ujung tombak pemerintahan di tingkat terendah yang justru berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Saya sudah minta Bupati Asahan agar honor kades, kalau tidak sampai Rp1,5 juta minimal Rp1 juta. Masa gaji kades sama dengan buruh angkut," katanya.

Menyangkut anggaran pendidikan, menurut Syamsul Arifin, pada APBD 2008 dialokasikan sebesar Rp250 miliar, sementara pada APBD 2009 dipastikan naik 100 persen. "Anggaran pendidikan kita naikkan menjadi Rp500 miliar pada 2009 dan kenaikkan tersebut bisa membantu perekonomian guru-guru, terutama guru swasta," ujarnya.

Selain itu, untuk lebih membantu perekonomian para guru, dalam APBD Sumut 2009 juga akan dialokasikan dana insentif guru sebesar Rp600 ribu per tahun. Dana ini diharapkan bisa meringankan beban para guru terutama untuk biaya pendidikan sekolah anak-anak mereka.

"Untuk menampung beban dana insentif ini, maka di APBD 2009 kita akan mengalokasikan dana sebesar Rp147 miliar ditambah yang Rp500 miliar tadi," jelasnya.

Pada kesempatan itu gubernur juga menyerahkan bantuan bibit kepada 125 orang dari berbagai kelompok tani serta memberikan bantuan dua unit sepeda motor kepada petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Air Joman dan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Asahan, Bustami HS, menilai alokasi bantuan dana pemerintah pusat dan provinsi ke kabupaten Asahan perlu ditambah untuk lebih meningkatkan progres kerja pembangunan yang dilakukan pemerintah setempat.

"Harapan kami dari DPRD Asahan, minimal tahun depan bantuan daerah bawaan (DBD) yang sebesar Rp20 miliar bisa lebih ditambah lagi, sehingga pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya.
(nov/ann)




Komentar (2)

1. 24-10-2008 00:22
Transparan
Pk GUBSU & jejerannya ke atas dan kebawah.
bagusnya mang kalo ada dana yg turun di informasikan seperti brita diatas jadi masyarakat tau sepeda motor yg dua itu untk apa,awas ntar ku kontrol itu sepeda motor yg dua itu.

juga kalo dimuat diberita smua uang masuk gubernur,bupati,camat,dan kades,bisa ditanyakan kemana aaja mengalir duit tu,iyaaaa kan??? iyalah.......
Report
Koruptor
2. 24-10-2008 00:33
Bagus sih britanya bikin sgar...tapi....
Wahai masyararakat Indonesia....seringkali kudengarkan di Indonesia ucapan dari President,DPR,dll pejabat lainnya yg mengatakan akan...akan...akan....direncanakan...direncakan2...

beda dgn dinegara kami republik BBM,pejabat kami dlm berita2 selalu menyampaikan: sudah....telah....sdh diberikan dana sebesar...sudah dibangun....sudah sukses.... yg sudah terlaksana itulah kebanggaan para pejabat kami di republik mimpi
Report
Republik Mimpi


Source: waspada.co.id

Monday, October 20, 2008

Tahun 2009 biaya pendidikan di Sumut gratis

Tahun 2009 biaya pendidikan di Sumut gratis
Monday, 20 October 2008 17:19 WIB
WASPADA ONLINE

MEDAN - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara merancang pendidikan gratis untuk tingkat SD dan SMP pada tahun 2009, dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kasus putus sekolah di daerah itu.

Program pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP itu sudah disepakati seluruh Disdik se-Sumatera Utara, sesuai hasil Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan di Sidikalang 15-16 Oktober yang lalu," kata Kasubdin Bina Program Dinas Pendidikan Sumut Rosmawaty Nadeak, di Medan, Senin (20/10).

Ia mengatakan, sempitnya waktu pada pertemuan itu membuat pembahasan program penggratisan biaya pendidikan SD-SMP masih belum tuntas seluruhnya. Namun beberapa hal sudah mengerucut, seperti sasaran programnya yang tertuju kepada siswa miskin dan alokasi dana yang mendukung program tersebut.

Tentang dana pembagiannya, 20 persen dari provinsi dan 80 persen dari kabupaten/kota, sebab yang memiliki siswa adalah kabupaten/ kota, katanya.

Terkait 'item-item' mana saja yang masuk dalam program tersebut, ia mengaku masih belum diperinci, namun kesepakatannya seluruh biaya pendidikan setiap siswa didik yang menyangkut biaya investasi, biaya operasi satuan pendidikan,dan biaya pribadi akan menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Belum semua bisa diselesaikan dalam pertemuan itu. Jadi, hasil rapat ini akan diteruskan Disdik masing-masing kabupaten/kota dan hasil pembahasan tersebut akan dilaporkan kepada bupati dan wali kota saat rapat koordinasi dengan gubernur," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Medan, Daswaruddin, mengatakan, program percepatan Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun untuk kota Medan sudah tuntas dilaksanakan.

"Kalau untuk Wajar 9 Tahun sudah tuntas, namun memang belum sepenuhnya biaya pendidikan siswa dibebaskan," katanya.

Dalam mendukung program tersebut, Disdik Medan akan menyediakan anggaran sesuai kebutuhan siswa miskin, namun begitu mereka belum memiliki data akurat mengenai jumlah siswa miskin di sana.

"Mekanismenya nanti masih perlu dibicarakan lagi dengan sekolah dan dinas terkait agar program ini tepat sasaran," katanya.
(ags/ann)




Komentar (2)
1. 20-10-2008 20:08
Ga Cukup
Sumatera Utaraku sayang! Kenapa ga gratiskan selurua tingkat pendidikan? Mohon dicetak sebanyak mungkin sarjana di Sum Ut. JAngan tanggung2lah. SArjana ga akan lupa pada pemerintahannya. Percayalah! Atau pemerintah takut ama sarjana sarjana?
http://rangkuty
Report
zulkrrnain2. 20-10-2008 22:49
Go Ahead SUMUT
Bagus tuh SUMUT,
MUT..... tambahkan aja dan tingkat DR / Ph.D, biar jgn kami 2 aja yg DR di indonesia

kalo permintaan yg di bawah ini untk Sarjana,mungkin susah kebanyakan, klo Ph.D kan dikit, biar banyaklah jumlah DR di Indonesia
Report
SBY


Beri KomentarSilakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.


Source: waspada.co.id

Sunday, October 12, 2008

Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR

Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR
Written by Administrator / Divisi PR, Publikasi, dan IT
Tuesday, 07 October 2008
DEN HAAG, SELASA - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengeluarkan sikap keperihatinan terkait rencana 12 anggota DPR yang akan melawat ke Eropa tanggal 9 hingga 13 Oktober. Pernyataan itu dikeluarkan Anggota Presidium PPI Belanda Yohanes Widodo kepada Persda Network, Selasa (8/10) di Den Haag, Belanda.
Yohanes mengatakan, sebanyak 12 orang anggota DPR akan ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, dan kembali ke Jakarta. Untuk itu PPI Belanda khawatir lawatan tersebut hanya untuk membalut agenda jalan-jalan dengan alasan studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral.
PPI Belanda mendapat informasi bahwa perjalanan yang dibiayai dengan uang rakyat itu hanya resmi bekerja 1 jam untuk bertemu mitra di Bank Sentral Jerman. Sisanya merupakan agenda city tour dan sightseeing.
Berdasarkan informasi tersebut, maka PPI Belanda menyatakan sikap. Pertama, memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung dengan plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.
Kedua, penolakan ini didasarkan pada pertimbangan DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan utang Indonesia yang masih banyak. Jika sekadar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan oleh para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, dengan berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Atau jika tujuannya untuk belajar bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.
Ketiga, menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di bandara. Dan keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.
“Kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan,” ujar Yohanes mewakili Presidium PPI Belanda.


Sumber : Persda Network

Country Visitor

   

FEEDJIT Live Traffic Feed

September 11, 2001

ISLAMIC WEBSITE

Thanks 4 not smoking


ApapunYgTrjadi:Baik


PuPuMaaaaa


Who is this

KAMUS

About Me

My Photo
Alwin T
allwin: Kullun Najah FiddaRoini Ya'ni: Fiddunya Wal-Akhiroh InsyaAllah, Amien......(Gentleman From Mandailing Natal)
View my complete profile

all of u r welcome

Video Bar

Loading...

Smile


ALWIN TANJUNG

ALWIN TANJUNG

Alwin Tanjung

Alwin Tanjung
E-mail: win3471@gmail.com

Boston

Boston

Blog Archive

SunSet

SunSet
Image

Guest Book (BukuTamu)


Video Bar

Loading...

Rambut Trpanjang......

Rambut Trpanjang......
di Dunia