* Home
* About Me
* Artikel
o Agama
o Anak
o Blogging
o Filsafat
o Hikmah
o Pendidikan
o Penelitian
o Psikologi
o Renungan
o Statistik
o Sosial
* Downloads
* Belajar Islam
* de Arif
o Education
o Motivation
o Psychology
o Make A Money
* Link Exchange
This Blog
Linked From Here
The Web
This Blog
Linked From Here
The Web
Terima Kasih atas kesedian Anda untuk berkunjung ke blog yang sederhana ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi Kawan-kawan semua. Kritik, saran, serta komentar Anda sangat kami harapkan.
Metode Pembelajaran Efektif
[8/31/2008 04:38:00 AM | 35 comments ]
Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.
Metode Debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.
Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
• Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
• Setiap siswa mendapat peran.
• Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
• Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
• Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).
Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7. Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan:
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.
Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.
Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
Langkah-langkah:
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6. Kesimpulan.
Kelebihan:
• Setiap siswa menjadi siap semua.
• Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
• Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Kelemahan:
• Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
• Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
b. Merencanakan kerjasama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
c. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
d. Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
e. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
f. Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.
Metode Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.
Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:
1. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
3. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
4. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40
Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
2. Guru menyajikan pelajaran.
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
5. Memberi evaluasi.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
2. Membedakan siswa.
Model Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
7. KKesimpulan.
Kebaikan:
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2. Memakan waktu yang lama.
Model Lesson Study
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.
3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.
4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.
5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).
Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:
- Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
- Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.
Baca Juga : Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Read this | Baca yang ini
Metode Pembelajaran
* Metode Example and Nonexample (Contoh Non-Contoh)
* Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
* Active Learning
Pendidikan
* Metode Example and Nonexample (Contoh Non-Contoh)
* Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan
* Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning
* Memahami & Menolong Siswa Yang Kurang PD
* Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
* Guru Idaman
* Tips Menghadapi Ujian Nasional (UN)
* Teori Perkembangan Manusia
* Motivasi Dalam Belajar
* Tips Mengatasi Anak Yang Malas Belajar
* Perilaku Agresif Remaja
* Kenali Potensi Intelegensi Anda
* Kecerdasan Emosional Dalam Belajar
* Mengevaluasi UAN 2009
* Apa Sih Kecerdasan Emosional Itu?
* Mengapa Kecerdasan Emosional Itu Penting?
* Jangan Takut Menjadi Guru
* Manajemen Pendidikan Dalam Menghadapi Kreativitas Anak
* Mengenal Kecerdasan Kita
* Guruku, Pahlawanku
* Judul Skripsi Pendidikan
* Awas, Bahaya Laten Nyontek!
* Pro & Kontra RUU BHP
* Menggagas Kembali Sistem Pendidikan Islam
* Bagaimana Rasulullah Mendidik?
Widget by [ Tips Blogger ]
35 comments
Anonymous said...
kereeeeeeen
11/17/08 7:53 PM
Anonymous said...
12/14/08 7:14 PM
Anonymous said...
1/9/09 5:16 PM
sriudin said...
Good luck...
www.s1pgsd.blogspot.com
mas, bisa ga tau cara buat blog yang bagus kaya punya mas.tolong di share ke sriudin@gmail.com ya
thank's bgt
1/30/09 8:07 PM
sur 'an said...
trim's atas pencerahannnya :D
2/9/09 2:01 PM
Rahman said...
Maaf pak, saya izin mengcopy document ini utk tugas kuliah saya. Terima kasih pak.
http://rahman30.wordpress.com
3/3/09 10:17 PM
deca n siti said...
tolong donk tambah lagi tulisannya, berupa penelitian kek...jadi tambah wawasannya n tau implementasinya kedepan...berhasil tidaknya model tersebut di aplikasikan
3/29/09 2:34 PM
yasier said...
mw tanya ne...
dapet info tentang metode examples non examples dari mana c???
da bukunya g?
kalo ada, kasih tw donk...
penting ne... buat skripsi!!!
mksi sblme..
4/22/09 4:16 PM
nanik said...
saya setuju dengan motto yang bapak pegang. apalagi materi-materi blog bapak tentang pendidikan yang berguna bagi guru dan calon guru seperti saya. saya juga menvoba mencoba blog tentang pendidikan di www.majlispendidikan.blogspot.com
5/3/09 9:46 AM
viena said...
thanks bangetzzz yaCh....
tugas saya sedikit terbantu.
5/9/09 5:10 PM
Anonymous said...
mboh kono "-x"
5/10/09 7:59 PM
christien-bebek said...
wh...membantu tugas kul saya..
tapi agak bingung jg ni terlalu banyak...
5/11/09 1:18 PM
HIJRAH ON FIRE said...
nuhun pisaaaaaaaaaaaaaaaan....
makasih banget,,,
mohon ijin untuk sumber reeferensi makalah saya..
6/14/09 8:59 PM
M_jumani said...
adalagi gak ? misal snowball dll.
8/29/09 3:29 PM
ashbac said...
makasi bgt juragan
9/13/09 2:51 PM
Anonymous said...
thanks bgt yaaa... artikelnya bisa bantu q nyelesain tgs.
10/22/09 11:17 AM
Anonymous said...
tengs berat nih...
it's very usefull
10/25/09 8:31 AM
Aryani said...
thanks atas metodenya, ijinkan saya copy buat referensi
10/27/09 10:18 PM
sekar said...
terima kasih atas referensinya pa.
10/28/09 6:37 AM
adum said...
Thanks infonya, salam kenal ya mas!
10/29/09 5:59 AM
imey said...
Makacieh buangetz yaw maz...
Dokumennya saya copy bwt tambah2 referensi tugas kuliah.
11/1/09 3:43 PM
Anonymous said...
tulisan yang sangat saya butuhkan, teima kasih
mengenai Lesson study, bukan termasuk model atau metode pembelajaran, tapi sebuah analisis pada pembelajarn untuk perbaikan pembelajarn kita selanjutnya secara continue. tanpa memojokan guru model.
11/4/09 8:08 PM
Anonymous said...
Assalamualaikum,,
Salam kenal untuk MAs Arif Luqman Nadhirin,
saya mencari info tentang metode GI (Group Investigation) dan artikel yang anda tulis sangat membantu saya tapi bisakah anda menunjukkan buku-buku yang memuat tentang metode GI,sebagai referensi.atas perhatiannya sy ucapkan terima kasih.bisa balas di here_nurainihasanah@yahoo.com
11/15/09 4:58 PM
Anonymous said...
lam knl...... artikelnya bgus, bwt aq ckup komplit, lmyan bwt refrensi tgas..............
12/6/09 1:44 PM
FASILITATOR IDOLA said...
Bagus dan lengkap. cukup membantu teman2 guru utk belajar meningkatkan profesionlisme
1/2/10 10:16 AM
Arif Luqman Nadhirin said...
>Sriudin: Untuk template blog ini bisa Anda download di http://themelib.com/ . Hanya saja saya sedikit merubah di sidebar blog dengan menambahkan satu komponen di bagian sampin bawah.Untuk asesorisnya bisa Anda cari di Mbah Googel, karena sudah banyak teman-teman kita yang membahas tentang teknik-teknik ngeblog serta asesorisnya. Semoga bisa membantu.
>Sur’an: Sama-sama mas Sur’an.. Moga bisa tambah mencerahkan.
>Rahman: Silahkan Pak. Saya sangat senang kalau bisa membantu Anda.
>Decan n Siti: Sebuah metode pembelajaran terlahir melalui serangkaian uji coba dan pengalaman yang cukup lama. Jadi sebuah metode mengajar harus melalui serangkaian uji coba, baru kemudian bisa dipekernalkan kepada publik. Kejelian dan kreatifitas guru dalam pemilihan sebuah metode mengajar akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Harus jeli sesuai dengan bahan pelajaran yang diajarkan serta sesiau dengan situasi dan kondisi. Tapi akan saya usahakan untuk hasil penelitian-penelitian tentang metode mengajar, ditunggu ya di tulisan-tulisan selanjutnya.
>Yasier: Untuk metode examples non examples, saya belum tahu pasti. Saya hanya pernah membaca sekila di blog sobat. Akan saya coba cari bukunya. Maaf belum bisa membantu.
>Nanik: Terima kasih untuk saudari Nanik. Saya akan sangat senag kalau kita bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman. Semoga bisa menjadi seorang guru yang sukses ya… Saya pasti akan sering berkunjung ke blog Anda.
>Viena: Sama-sama Viena.
>Christien-Bebek: Semakin banyak metode mengajar yg kita kuasai, itu artinya semakin leluasa kita dalam memilih yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
>Hijrah on Fire: Sami-sami. Silakan dicopy. Moga bisa membantu.
>M_Jumani: Ada Pak.. ditunggu di tulisan selanjutnya ya…
>Ashbac: You are welcome Boz…
>Anonymous: Yups sama-sama..
>Anonymous: I’m very happy if this blog could help you…
>Adum: Sama-sama mbak, salam kenal balik ya…
>Imey: Swwwwama-swwwwama mbak.. monggo silahkan dcopy aja... “geratis Kok…” :D
>Anonymous: sama-sama pak/bu Anonymous.. Untuk Lesson Study juga merupakan metode belajar.. Tapi terimaksih banyak atas masukannya…
>Anonymous: Salam kenal balik untuk bapak/ibu Anonymous.
Saya belum tau tentak buku-buku yang membahas mengenai GI yang secara lebih spesifik… Tapi saya akn usahakan untuk mencarinya (PR buat saya)…
>Fasilitator Idola: Hidup Guru Indonesia.. Moga tambah profesional…
1/19/10 7:30 AM
budi said...
ass. blognya bagus mas,,,khusus tentang pendidikan, saya juga ada tulisan tentang metode pembelajaran, kalau mas mau mampir, silahkan di blog saya.trims
1/21/10 10:51 AM
Arif Luqman Nadhirin said...
>Budi: masih jauh dari kata bagus mas...
yups... saya sudah berkunjung ke blog mas, dan tulisan2 cukup menarik..
1/21/10 4:56 PM
shinta91 said...
thankz...
good article..
saiiia copy ke blog saiia iia..
1/28/10 5:39 PM
LISA said...
SHIIIPPPP TENANNNNN......
2/2/10 1:36 PM
Arif Luqman Nadhirin said...
>Shinta91: U a wlcm....
Silahkan saja, asalkan dicantumin sumbernya... Setuju??? :)
>Lisa: Tenan Sipppp..
2/4/10 11:41 AM
Anonymous said...
maaf.. mw mengkritik. GI,jigzaw, TGT dsb tu bukannya model ya? kalo metodenya, termasuk ke dalam metode kooperatif
4/5/10 11:44 PM
Anonymous said...
pak...bagus tulisannya...
tulisan bapak itu apa ada referensinya dari mana, klo saya boleh tahu?
terutama tulisan tentang picture to picture...saya tertarik sekali untuk lebih memahami metode tersebut...
5/5/10 10:54 PM
Anonymous said...
bisa minta penjelasan lebih lanjut tentang metode example non example, penting nih buat skripsi. Mau tau juga develop by spa?Bisa balas di pienzW@yahoo.co.id
5/7/10 12:23 PM
Arif Luqman Nadhirin said...
@Anonymous 1: Ibu Terimakasih atas komentar ibu di blog saya... untuk lebih jelasnya bisa di baca di:
1. Mempraktikkan Cooperatif Learning di Kelas Kita- Penulis Anita Li, PT Grasindo.
2. Model Pembelajaran Inovatif-Penulis Udin S.Winataputra, penerbit Universitas Terbuka.
Semoga Bermanfaat ya Bu..
@Anonymous 2:
Untuk Lebih jelsnya bisa dibaca di postingan saya Metode Example Non Eexample (contoh non Contoh
Semoga bisa mencerahkan...
5/9/10 2:45 PM
:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))
Post a Comment
Links to this post
Create a Link
Newer Post Older Post Home
banner
feed Gratis berlangganan artikel via RSS FEED
ask Apa itu RSS FEED?
Add to Google Reader or Homepage
Atau, anda bisa berlangganan artikel via email:FeedBurner
Search This Blog
powered by
Artikel Terbaru
1.
* E-Book Bahasa Inggris
* Interaksi Sosial
* SIKAP (Attitude)
* Metode Example and Nonexample (Contoh Non-Contoh)
* Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan
* Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning
* Self-Disclosure (Pengungkapan Diri)
* Gaya Presentasi diri Self-Monitoring (Pemantauan Diri)
* Implikasi Teori Kognitif Piaget Dalam Pembelajaran
* Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
* Memahami & Menolong Siswa Yang Kurang PD
* Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
* Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses
* Guru Idaman
* Tips Menghadapi Ujian Nasional (UN)
* Teori Nativisme
* Mengatasi Kecemasan: Apa Aku Khawatir? (1)
* Link Exchange - Tukar link
* Inteligensi dan IQ
* Apakah Perkembangan Itu?
1.
Label Cloud
* Agama
* Anak
* Blogging
* Download
* e-book
* Hikmah
* Hukum
* kepribadian
* Kesehatan
* Manajement
* Metode Pembelajaran
* Motivasi
* Pendidikan
* Penelitian
* Politik
* Psikologi
* Psikologi Pendidikan
* Psikologi Perkembangan
* Puisi
* Rehat
* Renungan
* Skripsi
* Sosial
* Statistik
* Tips Hidup
* Tips n Trik
Pilih Kategori Artikel
Pendidikan Psikologi Motivasi
# Guru Idaman
# Tips Menghadapi Ujian Nasional (UN)
# Teori Perkembangan Manusia
# Motivasi Dalam Belajar
# Tips Mengatasi Anak Yang Malas Belajar
# Perilaku Agresif Remaja
# Kenali Potensi Intelegensi Anda
# Kecerdasan Emosional Dalam Belajar
# Mengevaluasi UAN 2009
# Apa Sih Kecerdasan Emosional Itu?
# Mengapa Kecerdasan Emosional Itu Penting?
# Jangan Takut Menjadi Guru
# Manajemen Pendidikan Dalam Menghadapi Kreativitas Anak
# Mengenal Kecerdasan Kita
# Guruku, Pahlawanku
# Judul Skripsi Pendidikan
# Awas, Bahaya Laten Nyontek!
# Pro & Kontra RUU BHP
# Menggagas Kembali Sistem Pendidikan Islam
# Bagaimana Rasulullah Mendidik?
# Belajar Dari Kenakalan Anak
# Menyoal Komersialisasi Pendidikan
# Metode Pembelajaran Efektif
# Landasan Profetik Pendidikan Islam
# Mengatasi Kecemasan: Apa Aku Khawatir? (1)
# Inteligensi dan IQ
# Apakah Perkembangan Itu?
# Teori Perkembangan Manusia
# Motivasi Dalam Belajar
# Tips Mengatasi Anak Yang Malas Belajar
# Perilaku Agresif Remaja
# Kenali Potensi Intelegensi Anda
# Kecerdasan Emosional Dalam Belajar
# Apa Sih Kecerdasan Emosional Itu?
# Mengapa Kecerdasan Emosional Itu Penting?
# Mengenal Kecerdasan Kita
# Harimu Adalah Hari Ini
# Belajar Dari Kenakalan Anak
# Active Learning
# Kepribadian Anda, Sukses Anda
# Tips Motivasi Diri
# Multiple Intelegence
# Membangun Kepercayaan diri
# Kepribadian
# Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Anak
# Hirarki Kebutuhan Maslow
Motivasi
* Berubah Menjadi Pribadi Yang Luar Biasa
* Wisuda Hanyalah Sebuah Permulaan
* METAMORFOSA “From Nothing, To Be Something”
* Kenali Potensi Intelegensi Anda
* Harimu Adalah Hari Ini
* Kepribadian Anda, Sukses Anda
* Tips Motivasi Diri
* Skripsi/PenelitianJudul Skripsi Pendidikan
* Contoh Skala Kecerdasan Emosional
* Membuat Skala Pengukuran & Instrumen Penelitian
[ Widget by AdieStudio.com ] [ + ]
Blog Archive
* May (4)
* April (7)
* March (9)
* February (5)
* January (4)
* December (3)
* October (1)
* August (1)
* July (1)
* June (3)
* April (1)
* March (4)
* February (1)
* January (2)
* October (4)
* September (9)
* August (13)
* July (14)
Me On FB
[Click to see how many people are online]
Belajar Islam
* Hukum Onani/Masturbasi
* Definisi Aqidah
* Ganti Dengan Yang Lain
* Haus dan Lapar Kerohanian
* Janji Sebelum Segala Janji
Tukar Link
Pasang Banner Link Di Bawah Ini, Lalu Beritahu Saya. Saya Langsung Akan Melink Balik Ke Blog Anda
banner

Blog Sobat
| Dunia Psikologi | Klinik Annisa | Hakimtea | Mas Jalooe | Mas Yopan P | Newbie Labs | Niaz Zalukhu | Riki Subgya | JokoSupriyanto | Tips Tutorial | O-om | Kang Rohman | Trik n Tips Blog | Budiwastono Blog | Kaca Hati | Trail Adventure | Mas Jombang | How We Can Do | Cinta Sejati | Pelajaran Blog | New-Funday | Kayla Tahyan | Arek Situbondo | | Mansunika | aSeP SuKaRMaN Blog | Srtnews Blog | Epho Zone | De Andre | GusBud | Komunitas Blogger UM | Raih Duit Lewat PC | Tentang Fitness | Entertainment Galaxy |
Patut Anda Download
banner banner
Forum Qta Bersama
ShoutMix chat widget
Komentar Terakhir
Tanggal 09 May 2010 Arif Luqman Nadhirin berkomentar pada metode pembelajaran efektif:
@Anonymous 1: Ibu Terimakasih atas komentar ibu di blog saya... untuk lebih jelasnya bisa di baca di...
Tanggal 08 May 2010 weiki berkomentar pada mau menulis apa:
bantu nyundul ja gan ........
Tanggal 07 May 2010 Anonymous berkomentar pada metode pembelajaran efektif:
bisa minta penjelasan lebih lanjut tentang metode example non example, penting nih buat skripsi. Mau...
Tanggal 05 May 2010 Anonymous berkomentar pada metode pembelajaran efektif:
pak...bagus tulisannya...tulisan bapak itu apa ada referensinya dari mana, klo saya boleh tahu?terut...
Source: http://nadhirin.blogspot.com/2008/08/metode-pembelajaran-efektif.html









0 komentar:
Post a Comment